MEDIA ONLINE PRAMUKA LINTAU

Lintau Scout Community (LSC) Information Center

MEDIA ONLINE PRAMUKA LINTAU - Lintau Scout Community (LSC) Information Center

Pramuka SMAN 1 Lintau Buo Gelar LATSARKA

LINTAU BUO UTARA. Memasuki awal Tahun Ajaran baru 2012/2013 , Dewan Ambalan Penegak Tuanku Lintau dan Siti Hajir Gugus Depan 04.12/819-820 SMA Negeri 1 Lintau Buo kembali mengadakan perekrutan anggota baru yang dilanjutkan dengan kegiatan Latihan Dasar Pramuka (LATSARKA).

Kegiatan yang merupakan agenda rutin tahunan ini dibuka secara resmi oleh Kak Syaflidar S.Pd, M.Si selaku Pembina Gudep pada hari Minggu (09/09). Dalam amanatnya , beliau menyampaikan kepada 55 Orang Tamu Ambalan yang mengikuti upacara pembukaan agar serius dan selalu semangat  dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan LATSARKA ini.

Sementara itu  Ketua Panitia Sangga Kerja, Rio Apriadi, dalam laporannya kepada Pembina  Gudep, menyampaikan bahwa kegiatan LATSARKA Tahun 2012 ini akan berlangsung selama 3 Minggu. Kegiatan ini berupa pembekalan materi-materi dasar Kepramukaan. Kegiatan LATSARKA akan ditutup dengan perkemahan pelantikan penegak bagi Tamu Ambalan. Continue reading

KWARCAB GERAKAN PRAMUKA 0304 TANAH DATAR ADAKAN RAKER

KwarcabWakil Bupati H. Hendri Arnis buka secara resmi rapat kerja cabang gerakan pramuka Kwarcab 0304 Tanah Datar sabtu (31/3) yang dilaksanakan di SMA Negeri I Lintau Buo Kecamatan Lintau Buo Utara.

Raker cabang gerakan pramuka yang dilaksanakan selama dua hari itu bertujuan agar tercapainya kerjasama antara pengurus kwarcab dan pengurus kwaran yang bertindak sebagai pengambil keputusan ini diikuti oleh seluruh pengurus kwarcab 0304 Tanah Datar, pengurus Kwartir Daerah se Kabupaten Tanah Datar dan pengurus kwaran se Kabupaten Tanah Datar.

Ikut hadir dalam acara tersebut Muspida Kabupaten Tanah datar, Ka Kwarcab 0304 Tanah Datar, H. Aulizul Syuib, Waka Kwarda 03 Propinsi Sumatera Barat, H. Armin An, Camat Lintau Buo Utara beserta Muspika Kecamatan Lintau Buo Utara, dan Wali Nagari se Kecamatan Lintau Buo Utara. Continue reading

PP NOMOR 13/KN/1978 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN RAIMUNA

KEPUTUSAN

KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA

NOMOR : 13/KN/1978

PETUNJUK PENYELENGGARAAN RAIMUNA

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka:

Menimbang           :

1. Bahwa dalam rangka untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka, maka diselemnggarakan pendidikan kepramukaan yang berbentuk kegiatan-kegiatan yang menarik, sehat dan berguna bagi hidup, kehidupan dan penghidupan anak, remaja dan pemuda pada saat ini dan masa depan mereka ;

2. Bahwa bagi para Pramuka Penggalang telah ditetapkan adanya Jambore sebagai wadah kegiatan bersama, maka sesuai dengan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan, bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega perlu ditetapkan suatu wadah kegiatan bersama yang tersendiri dengan istilah lain ;

3. Bahwa kepada para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, sesuai pula dengan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan, diberikan kesempatan untuk memimpin, merencanakan, melaksanakan serta mengevaluasi kegiatan-kegiatan kepramukaan yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi pemuda pada saat ini ;

4. Bahwa kata “Raimuna”, yang berasal dari bahasa daerah Irian Jaya, adalah tepat untuk digunakan sebagai pengganti kata Jambore bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, karena selai memperkaya bahasa Indonesia juga mempunyai kesamaan idiil, tujuan dan sasaran seperti Jambore ;

5. Bahwa untuk maksud tersebut pada titik 1 sampai dengan 4 diatas perlu ditetapkan suatu petunjuk penyelenggaraan yang praktis, luwes dan yang dapat digunakan sebagai pedoman bari Kwartir-kwartir dan Kortan-Kortan, Gugusdepan-gugusdepan, para Pembina Pramuka dan para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dalam menyelenggarakan Raimuna.

Mengingat              :

1. Keputusan Presiden R.I. No. 238 Tahun 1961 juncto Keputusan Presiden R.I. No. 12 Tahun 1971 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka;

2. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 045/KN/74, tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka;

3. Putusan Musyawarah Nasional Nasional Gerakan Pramuka No : 04/MUNAS/74 Tahun 1974 Tahun 1974 Bab III. Continue reading

PELANTIKAN PRAMUKA PENGGALANG SMP NEGERI 3 LINTAU BUO

LINTAU BUO UTARA. Pada hari Sabtu (26/11) sebanyak 20 Orang Anggota Pramuka Penggalang Gudep 04.12/819-820 SMPN 3 Lintau Buo  dilantik oleh kak Jusmaniar selaku Pembina Pramuka SMPN 3 Lintau Buo. Pelantikan tersebut merupakan pelantikan dari Calon Penggalang menjadi Penggalang. Selain itu, ada juga beberapa orang Anggota yang dilantik naik tingkat menjadi Penggalang Ramu dan Rakit. Sebelumnya anggota yang dilantik naik tingkat tersebut telah memenuhi Syarat Kecakapan Umum (SKU) sesuai dengan tingkatannya masing-masing.

Upacara pelantikan yang bertempat di Lapangan SMPN 3 Lintau Buo ini berlangsung dengan Khidmat. Dalam Amanatnya, Kak Ju (Sapaan akrab Kak Jusmaniar) mengharapkan agar anggota Pramuka yang telah dilantik dapat selalu mengamalkan Satya Dharma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi teladan bagi siswa lainnya di sekolah. Tampak hadir dalam upacara pelantikan , Kak Herdawati yang juga merupakan Pembina Pramuka SMPN 3 Lintau Buo

Setelah upacara pelantikan selesai, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan latihan Gudep. Latihan ini dibantu oleh beberapa orang Pramuka Penegak dari SMAN 1 Lintau Buo, diantaranya Triana Putri, Rio Apriyadi, Arifki Ananda Putra, MY Reynaldo Akbar dan Yossy Alrin. Materi latihan kali ini, lebih difokuskan pada persiapan untuk mengikuti kegiatan Jambore Ranting (JAMRAN) yang akan diselenggarakan oleh Kwarran 04.12 Lintau Buo Utara pada tanggal 28 s/d 30 November 2011 di Kayu Meranting, Tanjung Bonai. (Admin LSC)

PERATURAN BARIS BARIS (P.B.B) #BAG 1

Peraturan Baris Berbaris yang digunakan di lingkungan Pramuka ada dua macam yakni Baris berbaris menggunakan tongkat dan tanpa tongkat. Untuk baris berbaris menggunakan tongkat memiliki tata cara tersendiri di lingkungan Pramuka. Adapun baris berbaris tanpa menggunakan tongkat mengikuti tata cara yang telah diatur dalam Peraturan Baris Berbaris milik TNI/POLRI .

Apa itu Baris Baerbaris ?

1. Baris-Berbaris

a.       Pengertian

Baris berbaris adalah suatu ujud latuhan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu.

b.      Maksud dan tujuan

1)      Guna menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas, rasa disiplin dan rasa tanggung jawab.

2)      Yang dimaksud dengan menumbuhkan sikap jasmani yang tegap tangkas adalah mengarahkan pertumbuhan tubuh yang diperlukan oleh tugas pokok, sehingga secara jasmani dapat menjalankan tugas pokok tersebut dengan sempurna.

3)      Yang dimaksud rasa persatuan adalah adanya rasa senasib sepenanggungan serta ikatan yang sangat diperlukan dalam menjalankan tugas.

4)      Yang dimaksud rasa disiplin adalah mengutamakan kepentingan tugas di atas kepentingan pribadi yang pada hakikatnya tidak lain daripada keikhlasan penyisihan pilihan hati sendiri.

5)      Yang dimaksud rasa tanggung jawab adalah keberanian untuk bertindak yang mengandung resiko terhadap dirinya, tetapi menguntungkan tugas atau sebaliknya tidak mudah melakukan tindakan-tindakan yang akan dapat merugikan. Continue reading

PRINSIP DASAR & METODE KEPRAMUKAAN

Prinsip Dasar Kepramukaan

(1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah:

  1. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;
  3. Peduli terhadap diri pribadinya;
  4. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.

(2)   Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya, bagi peserta didik dibantu oleh pembinanya, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggungjawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.

(3)   Menerima secara sukarela Prinsip Dasar Kepramukaan adalah hakekat pramuka, baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, makhluk sosial, maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya:

  1. Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
  2. Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama dengan makhluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya.
  3. Dalam kehidupan bersama didasari oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab. Continue reading

MORSE

Kode Morse adalah sistem representasi huruf, angka, dan tanda baca dengan menggunakan sinyal kode. Kode Morse diciptakan oleh Samuel F.B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835.

Kode morse juga digunakan dan dipelajari di dunia kepramukaan atau kepanduan. Dalam dunia kepramukaan kode morse disampaikan menggunakan senter atau peluit pramuka. Kode morse disampaikan dengan cara menuip peluit dengan durasi pendek untuk mewakili titik dan meniup peluit dengan durasi panjang untuk mewakili garis.

Untuk menghafalkan kode ini digunakan metode yang mengelompokkan huruf-huruf berdasarkan bagaimana huruf ini diwakili oleh kode morsenya. Pengelompokan tersebut antara lain Alphabet dengan kode morse yang berkebalikan antara titik dan garis, misalnya huruf K yang diwakili oleh -.- berkebalikan dengan huruf R yang diwakili oleh .-. dan alfabet dengan kode morse berlawanan. Misalnya, huruf A yang diwakili oleh .- dan huruf N yang diwakili oleh -..

Kemampuan menerima dan mengirimkan kode morse merupakan salah satu dari kecakapan yang dapat menerima Tanda Kecakapan Khusus. Kode morse juga digunakan sebagai kunci dalam memecahkan Sandi Rumput. Continue reading

PERALATAN KEMAH

Mau berkemah ? Pahami  dulu apa tujuan berkemah, apakah sekedar rekreasi atau berkemah dengan banyak acara kegiatan. Lalu apa saja yang harus dibawa ?

Dan perlengkapan tersebut adalah :

  1. Ransel, gunakan ransel yang ringan dan anti air.
  2. Pakaian perjalanan; bawalah pakaian dengan bahan yang kuat dan mempunyai banyak kantong.
  3. Pakaian tidur; selain training pack, bawa juga sarung untuk penahan dingin dan sholat, bagi yang beragama islam.
  4. Jaket tebal, dari bahan nilon berlapis kain dan berponco.
  5. Kantung tidur (sleeping bag) dan alas tidur (matras).
  6. Pakaian cadangan; masukan dalam plastic.
  7. Peralatan makan; piring, sendok, garpu, gelas/mug, tempat air.
  8. Peralatan mandi; gayung, sabun, sikat gigi, pasta gigi, sandal, handuk.
  9. Peralatan masak; misting, kompor spiritus, kompor paraffin.
  10. Sepatu; gunakan sepatu yang menutupi mata kaki. Continue reading

KOMPAS

Kompas adalah alat bantu untuk menentukan arah mata angin. Bagian-bagian kompas yang penting antara lain :

 1. Dial, yaitu permukaan di mana tertera angka dan huruf seperti pada permukaan jam.

2. Visir, yaitu pembidik sasaran

3. Kaca Pembesar, untuk pembacaan pada angka

4. Jarum penunjuk

5. Tutup dial dengan dua garis bersudut 45

 

 6. Alat penggantung, dapat juga digunakan sebagai penyangkut ibu jari untuk menopang kompas pada saat membidik. Continue reading

PETA LAPANGAN

Tujuannya untuk menggambarkan keadaan atau kondisi suatu lapangan dan daerah sekitarnya dalam skala yang lebih kecil.

Peralatan yang perlu dipersiapkan dalam pembuatan peta lapangan ini adalah : Pensil Teknik 2B, Penggaris panjang, Busur derajat, Kertas buffalo, Kompas bidik dan Meja kerja

 Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan peta lapangan.

1.             Penentuan Skala

Hal ini berkaitan erat dengan luas lapangan yang akan digambar dan kertas gambar yang akan dipergunakan sehingga apa yang ada di lapangan dan daerah sekitarnya yang dekat dengan lapangan tersebut dapat tergambar semuanya.

2.             Penentuan Batas dan Sudut Batas Lapangan

Setelah diketahui batas lapangannya maka batas-batas tersebut dibidik dari tengah lapangan dengan kompas bidik untuk diketahui berapa sudut batas lapangan tersebut. Penggambaran peta lapangan harus menghadap ke utara. Continue reading