MEDIA ONLINE PRAMUKA LINTAU

Lintau Scout Community (LSC) Information Center

MEDIA ONLINE PRAMUKA LINTAU - Lintau Scout Community (LSC) Information Center

PRINSIP DASAR & METODE KEPRAMUKAAN

Prinsip Dasar Kepramukaan

(1) Prinsip Dasar Kepramukaan adalah:

  1. Iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;
  3. Peduli terhadap diri pribadinya;
  4. Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.

(2)   Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya, bagi peserta didik dibantu oleh pembinanya, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggungjawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.

(3)   Menerima secara sukarela Prinsip Dasar Kepramukaan adalah hakekat pramuka, baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, makhluk sosial, maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya:

  1. Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
  2. Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama dengan makhluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari makhluk lainnya.
  3. Dalam kehidupan bersama didasari oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab.
  4. Diberi tempat untuk hidup dan berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah, air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidup bersama, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai.
  5. Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan, menerima kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  6. Memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang/memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya.  Karena itu manusia wajib peduli terhadap lingkungan hidupnya dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik.

 Prinsip Dasar Kepramukaan berfungsi sebagai:

  1. norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka.
  2. landasan Kode Etik Gerakan Pramuka.
  3. landasan sistem nilai Gerakan Pramuka.
  4. pedoman dan arah pembinaan kaum muda anggota Gerakan Pramuka.
  5. landasan gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka mencapai sasaran dan tujuannya.

 Metode Kepramukaan

(1)   Metode Kepramukaan merupakan cara belajar interaktif progresif melalui:

  1. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
  2. Belajar sambil melakukan;
  3. Sistem berkelompok;
  4. Kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda;
  5. Kegiatan di alam terbuka;
  6. Sistem tanda kecakapan;
  7. Sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;
  8. Kiasan dasar;

(2)   Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan.

(3)   Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem, terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.

Kode Kehormatan

(1)   Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.

(2)   Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Janji yang disebut Satya adalah:

  1. Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan;
  2. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukarela menerapkan dan mengamalkan janji;
  3. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri guna mengembangkan visi, mental, moral, ranah spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisiknya, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya.

(3)   Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk Ketentuan Moral yang disebut Darma adalah:

  1. Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untuk mengembangkan budi pekerti luhur.
  2. Upaya memberi pengalaman praktis yang mendorong anggota Gerakan Pramuka menemukan, menghayati, mematuhi sistem nilai yang dimiliki masyarakat dimana ia hidup dan menjadi anggota.
  3. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui kepramukaan yang kegiatannya mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong;
  4. Kode Etik Organisasi dan satuan Pramuka, dengan landasan Ketentuan Moral disusun dan ditetapkan bersama aturan yang mengatur hak dan kewajiban anggota, pembagian tanggungjawab dan penentuan putusan.

(4)   Kode Kehormatan Pramuka adalah Budaya Organisasi Gerakan Pramuka yang melandasi sikap, tingkah laku anggota Gerakan Pramuka dalam hidup dan kehidupan berorganisasi.

            Kode kehormatan bagi Pramuka Penegak terdiri atas:

1)     Janji yang disebut Trisatya selengkapnya berbunyi sebagai berikut:

Trisatya Pramuka Penegak

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

-     Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila

-     Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat

-     Menepati Dasadarma.

2)     Ketentuan moral yang disebut Dasadarma selengkapnya berbunyi sebagai berikut:

 Dasadarma

Pramuka itu:

  1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
  3. Patriot yang sopan dan kesatria
  4. Patuh dan suka bermusyawarah
  5. Rela menolong dan tabah
  6. Rajin, terampil, dan gembira
  7. Hemat, cermat, dan bersahaja
  8. Disiplin, berani, dan setia
  9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya

10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

1.      Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka

Kode Kehormatan dilaksanakan dengan:

  1. Menjalankan ibadah menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
  2. Membina kesadaran berbangsa dan bernegara.
  3. Mengenal, memelihara dan melestarikan lingkungan beserta alam seisinya.
  4. Memiliki sikap kebersamaan, tidak mementingkan diri sendiri, baik dalam lingkungan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat, membina persaudaraan dengan Pramuka sedunia.
  5. Hidup secara sehat jasmani dan rohani.
  6. Belajar mendengar, menghargai dan menerima pendapat/gagasan orang lain, membina sikap mawas diri, bersikap terbuka, mematuhi kesepakatan dan memperhatikan kepentingan bersama, mengutamakan kesatuan dan persatuan serta membina diri dalam upaya bertutur kata dan bertingkah laku sopan, ramah dan sabar.
  7. Membiasakan diri memberikan pertolongan dan berpartisipasi dalam kegiatan bakti maupun sosial, membina kesukarelaan dan kesetiakawanan, membina ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi/mengatasi rintangan dan tantangan tanpa mengenal sikap putus asa.
  8. Kesediaan dan keikhlasan menerima tugas yang ditawarkan, sebagai upaya persiapan pribadi menghadapi masa depan, berupaya melatih keterampilan dan pengetahuan sesuai kemampuannya, riang gembira dalam menjalankan tugas dan menghadapi kesulitan maupun tantangan
  9. Bertindak dan hidup secara hemat, serasi dan tidak berlebihan, teliti, waspada dan tidak melakukan hal yang mubazir, dengan membiasakan hidup secara bersahaja sebagai persiapan diri agar mampu dan mau mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi.
  10. Mengendalikan dan mengatur diri, berani menghadapi tantangan dan kenyataan, berani dalam kebenaran, berani mengakui kesalahan, memegang teguh prinsip dan tatanan yang benar, taat terhadap aturan dan kesepakatan
  11. Membiasakan diri menepati janji, mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku, kesediaan untuk bertanggungjawab atas segala tindakan dan perbuatan, bersikap jujur dalam hal perbuatan maupun materi.
  12. Memiliki daya pikir dan daya nalar yang baik, dalam upaya membuat gagasan dan menyelesaikan permasalahan, berhati-hati dalam bertindak, bersikap dan berbicara.

 2.      Belajar Sambil Melakukan

Belajar Sambil Melakukan dilaksanakan dengan:

  1. Kegiatan dalam kepramukaan dilakukan sebanyak mungkin praktek secara praktis dalam upaya memberikan bekal pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat bagi anggota muda dan anggota dewasa muda.
  2. Mengarahkan perhatian anggota muda dan anggota dewasa muda untuk berbuat hal-hal nyata dan merangsangnya agar rasa keingintahuan akan hal-hal baru dan keinginan untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan timbul, daripada hanya menjadi penonton.

 3.      Sistem Berkelompok

(1)   Sistem berkelompok dilaksanakan agar anggota muda dan anggota dewasa muda memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin, berorganisasi, memikul tanggungjawab, mengatur diri, menempatkan diri, bekerja dan bekerjasama dalam kerukunan.

(2)   Kaum muda dikelompokkan dalam satuan gerak, yang masing-masing dipimpin oleh kaum muda sendiri, yang merupakan wadah kerukunan di antara mereka.

4.      Kegiatan Menantang dan Progresif serta Mengandung Pendidikan yang sesuai dengan Perkembangan Rohani dan Jasmani Anggota Muda dan Anggota Dewasa Muda

Pelaksanaan metode ini dilakukan dengan:

  1. Kegiatan yang menantang dan menarik minat kaum muda untuk menjadi Pramuka, sedangkan mereka yang telah menjadi Pramuka tetap terpikat dan mengikuti serta mengembangkan acara kegiatan tersebut.
  2. Kegiatan bersifat kreatif, inovatif dan rekreatif yang mengandung pendidikan, dengan maksud supaya melalui proses pendidikan akan dapat mengubah sikap dan perilaku, menambah pengetahuan dan pengalaman serta meningkatkan penguasaan keterampilan dan kecakapan bagi setiap anggota muda dan anggota dewasa muda.
  3. Kegiatan yang memperhatikan Tiga Sokoguru dalam kepramukaan ialah modern, manfaat, taat asas.
  4. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu dan bagi anggota muda dan anggota dewasa muda merupakan tahapan pengembangan kemampuan dan keterampilannya baik secara individu maupun kelompoknya.
  5. Pendidikan dalam kepramukaan dilaksanakan dalam tahapan peningkatan bagi kemampuan dan perkembangan individu maupun kelompok.
  6. Acara kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda, sehingga kepramukaan dapat diterima dengan mudah dan pasti oleh yang bersangkutan.
  7. Penggolongan anggota muda dan anggota dewasa muda menurut jenis kelamin, umur dan kemampuannya, dimaksudkan untuk memudahkan penyesuaian kegiatan dengan perkembangan rohani dan jasmaninya.
  8. Kegiatan yang diusahakan agar dapat mengembangkan bakat,   minat dan mental, moral, spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik anggota Gerakan Pramuka, serta menunjang dan berfaedah bagi perkembangan diri pribadi, masyarakat dan lingkungannya.

5.      Kegiatan di Alam Terbuka

(1)   Kegiatan di alam terbuka adalah kegiatan rekreasi edukatif dengan mengutamakan kesehatan, keselamatan dan keamanan.

(2)   Kegiatan di alam terbuka memberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya, selain itu mengembangkan suatu sikap bertanggungjawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam.

(3)   Bagi anggota muda dan anggota dewasa muda menjaga lingkungan adalah hal yang utama yang harus ditaati dan dikenali sebagai aturan dasar dalam tiap kegiatan yang selaras dengan alam.

(4)   Kegiatan di alam terbuka mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi, menyadari tidak ada sesuatu yang berlebihan di dalam dirinya, menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan, membina kerjasama dan rasa memiliki.

6.      Sistem Tanda Kecakapan

(1)   Tanda kecakapan adalah tanda yang menunjukkan keterampilan dan kecakapan tertentu yang dimiliki seorang anggota muda dan anggota dewasa muda.

(2)   Sistem tanda kecakapan bertujuan mendorong dan merangsang para Pramuka supaya berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan.

(3)   Setiap Pramuka wajib berusaha memperoleh keterampilan dan kecakapan yang berguna bagi kehidupan diri dan baktinya kepada masyarakat.

 7.      Sistem Satuan Terpisah Untuk Putera dan Puteri

Sistem Satuan Terpisah dilaksanakan sebagai berikut:

  1. Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Puteri, satuan Pramuka Putera dibina oleh Pembina Putera.
  2. Tidak dibenarkan Satuan Pramuka Puteri dibina oleh Pembina Putera dan sebaliknya, kecuali Perindukan Siaga Putera dapat dibina oleh Pembina Puteri.
  3. Jika kegiatan itu diselenggarakan dalam bentuk perkemahan, harus dijamin dan dijaga agar tempat perkemahan puteri dan tempat perkemahan putera terpisah; perkemahan puteri dipimpin oleh Pembina Puteri dan perkemahan putera dipimpin oleh Pembina Putera.

8.      Kiasan Dasar

(1)   Penggunaan Kiasan Dasar, sebagai salah satu unsur terpadu dalam Kepramukaan, dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi, sesuai dengan usia dan perkembangannya yang mendorong kreativitas dan keikutsertaan dalam kegiatan.    Kiasan Dasar tidak hanya menarik, menantang, dan merangsang tetapi harus disesuaikan dengan minat, kebutuhan, situasi dan kondisi anggota muda dan anggota dewasa muda.

(2)   Kiasan Dasar disusun atau dirancang untuk mencapai tujuan, dan sasaran pendidikan dalam Kepramukaan untuk tiap golongan serta merupakan proses Metode Kepramukaan yang bersifat tidak memberatkan anggota muda dan anggota dewasa muda tetapi memperkaya pengalaman.

Motto Gerakan Pramuka

(1)   Motto merupakan motto tetap dan tunggal, sebagai bagian terpadu proses pendidikan, disosialisasikan baik di dalam maupun di luar Gerakan Pramuka.

(2)   Motto Gerakan Pramuka adalah:

      “Satyaku kudarmakan,  Darmaku kubaktikan”.

Sumber : AD & ART Gerakan Pramuka

BASIC PRINCIPLES & METHODS scouting

Basic Principles of Scouting

(1) Basic Principles of Scouting are:

Faith and piety to God Almighty;
Caring for the nation and homeland, fellow life and nature and its contents;
Concerned about his personal self;
Obey the Scout Code of Honor.

(2) Basic Principles of Scouting as a norm of life of a member of the Scout Movement, planted and cultivated through a process of appreciation by and for his personal self, for learners assisted by pembinanya, so the implementation and pengamalannya done with full awareness, independence, care, responsibility and moral engagement , both as individuals and members of the community.

(3) Accept voluntary Basic Principles of Scouting is the essence of the scout, both as a creature of God Almighty, social creatures, and individuals who realize that the personal self:

Obeying the Almighty God and worship according to know-how of religion that embraced and run away from all his commandments and prohibitions.
Recognizing that humans do not live alone, but living together with other beings who also created by Almighty God, especially a fellow human being who has given a degree is more noble than other creatures.
In the common life of humanity is based on the principle of fair and civilized.
Given a place to live and thrive by God Almighty on earth berunsurkan soil, water and air which is a place for people to live together, family, society, nation and state with harmony and peace.
Have an obligation to maintain and preserve the environment and strengthen social unity, accepting diversity in the Republic of Indonesia.
Require a clean environment and healthy in order to support / provide comfort and well-being of his life. Therefore man must care for their environment in a way to maintain, preserve and create good environment.

Basic Principles of Scouting serves as:

norms of the life of a member of the Scout Movement.
cornerstone of the Code of the Scout Movement.
grounding system of the Scout Movement.
guidance and direction of coaching youth members of the Scout Movement.
ground motion and activities of the Scout Movement achieve the goals and objectives.

Scouting Methods

(1) Method of Scouting is a progressive way of interactive learning through:

Scouts Honor Code of practice;
Learning by doing;
Clustered systems;
Activities that challenge and rising and contain an appropriate education with spiritual and physical development of young members and young adult members;
Outdoor activities;
System sign proficiency;
System of units separately for sons and daughters;
Metaphorical basis;

(2) Method of Scouting in essence can not be separated from the Basic Principles of Scouting. Association lies in the implementation of the Code of Honor.

(3) Method of Scouting as a system, composed of elements that are integrated and related subsystems, which each element has a specific function of education and mutually reinforce and support the achievement of objectives.

Code of Honor

(1) Code of Honor Scout Promise which consists of the so-called Satya and Conditions Moral called Darma is an element of Scouting Methods and means of implementation of the Basic Principles of Scouting.

(2) Code of Honor Scout Promise in the form of so-called Satya is:

Voluntarily spoken promise by a candidate member of the Scout Movement after fulfilling the membership requirements;
Personal action to bind themselves voluntarily to apply and practice the promises;
The point of departure into the educational process itself in order to develop a vision, mental, moral, spiritual realm, emotional, social, intellectual and physical, both as individuals and members of the community environment.

(3) Scouts Honor Code in the form of so-called Moral Terms Darma is:

The tool itself is a progressive educational process to develop a noble character.
Efforts to provide practical experience that encourages members of the Scout Movement discover, appreciate, adhere to community-owned system of values ​​in which he lived and become a member.
The foundation motion Scout Movement to achieve educational goals through the activities encourage scouting Scouts unite with the community, being democratic, mutual respect, have a sense of togetherness and mutual cooperation;
Code of Organization and Scouting units, with a foundation of Moral Terms conceived and established with the rules that govern the rights and obligations of members, the division of responsibility and determination of the verdict.

(4) Code of Honor Scouts Cultural Organization of the Scout Movement is an underlying attitude, behavior of members of the Scout Movement in life and organizational life.

Code Enforcement honor for Boy Scouts consist of:

1) The promise is called Trisatya full reads as follows:

Trisatya Scout Enforcer

For the sake of my honor I promise I’ll mean it:

- Running my duty to God, the Unitary Republic of Indonesia and the practice of Pancasila

- Helping others to live and participate to build community

- Keep Dasadarma.

2) The provisions referred to Dasadarma more moral reads as follows:

Dasadarma

Scout is:

Pious to God Almighty
Love of nature and human affection
Patriot is polite and knights
Submissive and likes to confabulate
Willing to help and steadfast
Diligent, skilled, and happy
Efficient, thorough, and earthy
Discipline, courage, and loyal
Responsible and trustworthy

10. Holy in thought, word and deed.

1. Scouts Honor Code of practice

Code of Honor carried out by:

Running practice their own religion and beliefs of each.
Fostering awareness of state and nation.
Recognize, preserve and conserve the environment and its nature and its contents.
Having an attitude of togetherness, selfless, both within the family and in social life, fostering fellowship with Scouts worldwide.
Living in a healthy physical and spiritual.
Learning to listen, appreciate and accept opinions / ideas of others, fostering introspective attitude, being open, comply with the agreement and pay attention to common interests, give priority to unity and the unity and nurture yourself in the effort to speak the word and act polite, friendly and patient.
Getting used to provide help and participate in activities and social service, fostering volunteerism and solidarity, build endurance and patience in the face / overcome obstacles and challenges without knowing the attitude of despair.
Willingness and sincerity accept assignments offered, as an effort to personally prepare for the future, trying to practice the skills and knowledge according to his ability, cheerful in performing tasks and facing difficulties and challenges
Act and live sparingly, harmonious and not excessive, meticulous, cautious and not do the wasteful, to get a modest living as a self-preparation to be able and willing to overcome the various challenges faced.
Control and regulate themselves, dare to face the challenges and realities, bold in the truth, courage to admit mistakes, uphold the principle and the correct order, obedient to the rules and agreements
Getting used to keep their promises, obey the rules and regulations, the willingness to take responsibility for all acts and deeds, to be honest in deed as well as material.
Having the power of thought and reasoning power is good, in an effort to create ideas and solve problems, be careful in the act, behave and speak.

2. Learning While Doing

Learning While Doing implemented by:

Activities in the scouting done as much as practically possible practices in an effort to provide experience and skills provision for the benefit of young members and young adult members.
Directing the attention of members of the youth and young adult members to do real things and to stimulate curiosity about things new and desire to participate in all activities arise, rather than just be spectators.

3. System of a Group

(1) The system implemented for the younger members of the group and young adult members the opportunity to learn to lead and led, organized, take responsibility, organize themselves, set themselves, to work and cooperate in harmony.

(2) Young people are grouped in units of motion, each led by young people themselves, which is a container harmony between them.

4. Activities Contains Challenging and Progressive Education and in accordance with the Spiritual and Physical Development of Young Members and Members of Young Adults

The implementation of this method is done by:

And challenging activities that attract young people to become Scouts, while those who have become Scouts remain captivated and follow the event and develop these activities.
Activities are creative, innovative and educational containing recreational, with the intention that through the educational process will be able to change attitudes and behaviors, adding to the knowledge and experience and to improve the mastery of skills and abilities of every member of the youth and young adult members.
The three pillars of activities noticed in scouting is a modern, benefits, compliance.
Activities implemented in an integrated manner and for the younger members and members of the young adult stage of development is the ability and skills, both individually and group.
Education in Scouting implemented in stages for capacity enhancement and development of individuals and groups.
Event activities are tailored to the age and physical and spiritual development of young members and young adult members, so that scouting can be accepted easily and certainly by the concerned.
Classification of members of the youth and young adult members by gender, age and ability, is intended to facilitate the adjustment of activities with spiritual and physical development.
Activities that sought to develop talents, interests and mental, moral, spiritual, emotional, social, intellectual and physical members of the Scout Movement, and to support and benefit the development of self, society and environment.

5. Outdoor Activities in

(1) Outdoor pursuits are educative recreational activities with emphasis on health, safety and security.

(2) Outdoor pursuits provide the experience of the interdependence between the elements of nature and the need to preserve it, but it developed a responsible attitude about the future that respects the balance of nature.

(3) For members of the youth and young adult members to keep the environment is the main thing that must be adhered to and recognized as the basic rules of each activity in harmony with nature.

(4) Outdoor pursuits developed the ability to overcome challenges, realize there is nothing excessive in itself, rediscovering a fun way of life in simplicity, fostering teamwork and a sense of belonging.

6. Signs System Skills

(1) Signs prowess is a sign indicating the specific skills and abilities possessed by a member of the youth and young adult members.

(2) The system aims to encourage proficiency marks and stimulate the Scouts to try to acquire the skills and abilities.

(3) Each Scout must try to acquire the skills and abilities that are useful for the life of himself and his devotion to the community.

7. Separate Unit System For Son and daughter

Separate System of Units held as follows:

Scout Unit Puteri Puteri scouted by coaches, scouts unit Son Son scouted by coaches.
Not justified daughter Scout Unit scouted by coaches son and vice versa, unless the brood can be fostered by Standby Son Pembina Princess.
If the activity is carried out through the camp, must be secured and maintained so that the camp’s daughter and son separate campsites; camp led by the coach’s daughter Princess and the camp led by the coach’s son Son.

8. Basic Allegory

(1) The use of metaphor Basic, as one element integrated in Scouting, is intended to develop the imagination, according to the age and development that encourage creativity and participation in activities. Basic allusion not only interesting, challenging, and stimulating but must be tailored to the interests, needs, situations and conditions of members of the young and young adult members.

(2) Basic Figures compiled or designed to achieve goals, and objectives of education in Scouting for each class and method of Scouting is a process that is not burdensome young members and young adult members but enriching experience.

Motto Scout Movement

(1) Motto motto is fixed and singular, as part of an integrated process of education, socialized both inside and outside the Scout Movement.

(2) Scout Motto is:

“Satyaku kudarmakan, Darmaku kubaktikan”.

Sources: AD & ART Scout Movement

Category: MATERI PRAMUKA

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*


*